The Mighty ‘R’ Word – Radikalisme

Aku adalah seorang Muslim radikal!

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata-kata di atas?

Belakangan kata RADIKAL melejit menuju puncak popularitas. Bukan berarti kata ini masih muda, hanya saja belakangan gaungnya semakin terasa.

Tak perlulah kita tutupi kenyataan betapa belakangan kata ini tak pernah menyinggahi telinga tanpa gaung negatif. Kata RADIKAL seolah telah menjadi seonggok kotoran yang memaksa kita untuk Continue reading

Bintang Dominasi

Rotasi Bumi belum berubah. Matahari sampai saat ini masih terbit dari timur. Sunset masih bisa dinikmati di barat. Bumi pun masih di orbit yang sama, mengorbit bintang yang sama. Para astronot dengan santai mengapung di angkasa luar sana, karena bumi masih pada tempatnya. Planet itu masih biru, tenang, indah.

Nyatanya, di bawah atmosfir, bumi tidak setenang itu. Di balik atmosfir, rotasi gila-gilaan terus terjadi. Dan ini terjadi tidak hanya dengan satu poros. Ribuan? Ratus ribuan? Jutaan? Ratus Jutaan? Miliaran?

Entahlah. Andai kita melihat lebih dekat (sekaligus lebih jauh), rotasi-rotasi yang terjadi di atas bumi ini, adalah bagian dari sebuah tata surya maya yang mengorbit sebuah mega-bintang: Continue reading

مبروك أم مبارك؟

Masalah ini mengemuka ketika seorang teman dari Suriah menggunakan kata مُبَارَك bukan مَبْرُوْك untuk memberi ucapan selamat.

Di Mesir – yang kesehariannya bergelut dengan bahasa ‘Amiyah العامية (Arabic Slang – Bahasa Jalanan/Populer) – khususnya, Mabruk adalah kata yang mendominasi ucapan selamat.Entah itu untuk baju baru, handphone baru, sampai pasangan baru. Continue reading

ANCORA IMPARO

مَنْ قَالَ أنَا عَالِمٌ فَهُوَ جَاهِلٌ

Mereka yang mengaku tahu sebenarnya tidaklah mengetahui

Bagi yang pernah bersinggungan dengan para seniman Italia pada masa Renaissance, maka Michelangelo adalah patung David, dan patung David adalah Michelangelo. Dua hal yang tak bisa dipisahkan; sang seniman dan mahakarya-nya. Namun, ada yang lebih menarik dari perjalanan hidup Michelangelo dari pada kisahnya dengan David; ANCORA IMPARO.

Memang penyematan frasa ini pada si pematung legendaris tak luput dari perdebatan1. Yang jelas, masyarakat dunia didominasi oleh kisah bahwa Michelangelo menorehkan kata-kata ini di sudut sebuah karyanya pada saat ia sudah berumur 87 tahun.

Ya, bukan 17 tahun, tapi di usia 87 tahun – yang normalnya menunjukkan kematangan – ia menuliskan ANCORA IMPARO, atau dalam bahasa kita: Continue reading

Tebal

“Gagah sekali kau di sana kawan!”

Saman mengangkat pandangannya dari buku yang tengah ia baca.

“Hah, Imas. Kau baru tahu?” Saman tergelak ketika mengenali si pemilik suara yang tanpa dipersilakan langsung menggeser pintu pagar dan naik ke teras tempat Saman bersemayam.

“Sejak pulang sekolah jauh, makin intelek saja kau ini.” Imas tersenyum.

Pujian intelek dibalas gaya intelek. Tanpa kendali tangannya yang mengusung Continue reading