The Missing Part

Apa yang kurang dari dirimu? Pertanyaan relatif. Tapi pada saatnya kita menyadari ada satu hal pasti yang kurang. Saat dimana kita adalah tubuh yang merindukan tulang rusuknya — tulang rusuk yang merindukan tubuh yang sedang menunggu untuk menjadi utuh.
Sebagai tubuh, ada banyak pilihan tulang rusuk di luar sana untuk kau pasang di bagian yang hilang. Sebagai tulang rusuk, memilih tubuh mana yang mau ditempati adalah otoritas. Masing-masing bebas memilih. Tapi, dari sekian banyak pilihan, hanya ada sepasang dari kedua bagian tersebut yang saling bersesuaian dengan presisi absolut tak terbantahkan.
Mengambil tulang rusuk yang kebesaran dan memaksanya untuk terpasang di tubuh? Tubuh akan terluka, dan tulang tersebut akan patah. Kau akan berjalan dengan rasa sakit di sekujur tubuhmu. Kalau kekecilan? Kau harus mencari potongan lain untuk menyambungnya. Tapi sebuah potongan utuh jauh lebih kokoh dari pada rangkaian sambungan yang kau bangun kemudian. Dan lebih parah lagi, hal itu membuatmu harus mengiris tiap potongan untuk membentuk presisi yang pas, bahkan mungkin harus mengiris tubuhmu sendiri.
Tulang rusuk, mendapatkan housing yang sesuai adalah solusi terbaik. Kekecilan ataupun kebesaran berarti harus patah, melukai, dan disambung yang bukanlah hal yang menyenangkan. Pertemuan antara tulang rusuk dan housing yang pas akan terjadi dengan presisi tinggi, membangun sebuah tubuh kokoh melebihi kokohnya tumpukan bebatuan Piramida Agung Giza.
Masalahnya, bagaimana kita tahu kalau itu adalah potongan tulang rusuk yang kita cari — bagaimana kita tahu kalau tubuh itulah yang kehilangan kita, tulang rusuknya?
Kita tidak akan pernah tahu sampai keduanya dipertemukan olehNya di sebuah ”lahan permanen”. Sampai saat itu datang, jagalah agar tubuh itu tumbuh dengan baik dan kokoh, agar menjadi tempat yang nyaman untuk tulang rusuk-mu saat dia kembali.
Dan tulang rusuk, dia juga akan terus tumbuh sampai saatnya tiba untuk kembali. Jangan lecet dan patah sampai saat itu tiba. Tidak perlu terlalu tergesa-gesa menemukan bagian tubuh yang hilang. Masing-masing butuh waktu untuk tumbuh sampai saatnya, dimana kedua bagian telah tumbuh maksimal, saat kedua bagian datang dan menyambut dengan nyaman. Ceroboh hanya akan menyebabkannya luka, bahkan patah. Dan jika terlanjur patah, segeralah obati. Obat instan yang muncul di saat sakit terkadang bukanlah obat, terkadang itu adalah penyakit, layaknya menelan virus mematikan saat kondisi tubuh rentan.