Hacker dan Cracker (Meluruskan Pemahaman Tentang Hacker)

Saya termasuk orang yang salah kaprah tentang hacker. Selama ini berfikir mereka adalah orang-orang yang identik dengan penjebolan server, segala bentuk kegiatan penyelusupan jelek yang terjadi di dunia maya. Bermula dari seorang teman yang pernah mengatakan bahwa hacker itu juga ada yang baik. Apa sih maksudnya? Cari sana-sini, ketemu sebuah artikel yang menurut saya mejawab pertanyaan tersebut, sekaligus meluruskan pemahaman kita tentang hacker. Kesimpulan yang didapat adalah, hacker itu baik, tidak ada yang namanya istilah hacker jahat, karena itu bukan lagi hacker, itu cracker. Berikut adalah repost dari tulisan Bapak Romi Satria Wahono, seorang dosen, peneliti dan technopreneur.

“Ajari saya meng-hack server orang dong mas, saya pingin menjadi hacker nih (Joko, Semarang)”

Ini termasuk pertanyaan yang sering masuk ke mailbox dan window YM saya. Dalam beberapa tahun ini terminologi hacking memang menjulang. Buku yang “tipis”, “instan” dan menggunakan judul “hacking” menjadi syarat baru penulisan buku-buku populer di Indonesia. Ini adalah permainan berbahaya dari para penerbit (yang diamini penulis) karena kerusakannya bisa sampai ke generasi muda kita. Membuat semakin kentalnya budaya bahwa ilmu pengetahuan bisa didapat dengan cara cepat, instan, bahkan cukup dengan modal buku setebal 20-50 halaman. Yang pasti hacker bukanlah craker, hacker membangun sesuatu sedangkan cracker merusaknya. Mari kita kupas tentang hakekat hacker dan hacking activities ini.

Sebagian besar literatur menyebut bahwa istilah dan budaya hacker pertama kali digunakan pada tahun 1961 ketika MIT mendapat kesempatan menikmati mesin PDP-1. Komputer pertama produksi DEC ini menjadi mainan favorit mahasiswa MIT khususnya yang tergabung di Tech Model Railroad Club. Mereka membuat alat-alat pemrograman, membuat banyak program, mengembangkan etika, jargon dan bahkan ngoprek PDP-1 sehingga menjadi mesin video-game generasi awal. Budaya inilah yang kemudian terkenal menjadi budaya hacker yang sebenarnya. Para hacker di Tech Model Railroad Club menjadi tim inti laboratorium penelitian Artificial Intelligence (AI) MIT yang menjadi pioneer dalam penelitian AI di dunia Continue reading

Googled Googol

Layangkan pandangan sejenak ke raja search engine ini, Google.

Sekilas Sejarah

Google bermula di Januari 1996 sebagai proyek penelitian Larry Page dan Sergey Brin saat mereka sedang menjalani pendidikan PhD di Universitas Stanford, California.

Saat mesin pencari konvensional menentukan ranking dengan cara menghitung seberapa banyak istilah di pakai dalam pencarian tersebut muncul dalam sebuah halaman, kedua orang ini membuat sebuah teori baru, sebuah sistem  yang lebih baik, dengan cara menganalisa hubungan antara beberapa website. Mereka menamai teknologi baru ini dengan PageRank, dimana relevansi sebuah website ditentukan dari jumlah halaman, dan seberapa banyak hal penting di halaman tersebut, dan seberapa banyak link-back ke Continue reading