ANCORA IMPARO

مَنْ قَالَ أنَا عَالِمٌ فَهُوَ جَاهِلٌ

Mereka yang mengaku tahu sebenarnya tidaklah mengetahui

Bagi yang pernah bersinggungan dengan para seniman Italia pada masa Renaissance, maka Michelangelo adalah patung David, dan patung David adalah Michelangelo. Dua hal yang tak bisa dipisahkan; sang seniman dan mahakarya-nya. Namun, ada yang lebih menarik dari perjalanan hidup Michelangelo dari pada kisahnya dengan David; ANCORA IMPARO.

Memang penyematan frasa ini pada si pematung legendaris tak luput dari perdebatan1. Yang jelas, masyarakat dunia didominasi oleh kisah bahwa Michelangelo menorehkan kata-kata ini di sudut sebuah karyanya pada saat ia sudah berumur 87 tahun.

Ya, bukan 17 tahun, tapi di usia 87 tahun – yang normalnya menunjukkan kematangan – ia menuliskan ANCORA IMPARO, atau dalam bahasa kita: Continue reading

Tebal

“Gagah sekali kau di sana kawan!”

Saman mengangkat pandangannya dari buku yang tengah ia baca.

“Hah, Imas. Kau baru tahu?” Saman tergelak ketika mengenali si pemilik suara yang tanpa dipersilakan langsung menggeser pintu pagar dan naik ke teras tempat Saman bersemayam.

“Sejak pulang sekolah jauh, makin intelek saja kau ini.” Imas tersenyum.

Pujian intelek dibalas gaya intelek. Tanpa kendali tangannya yang mengusung Continue reading