إسقاط الألف من (ما) الاستفهامية

سأل أحدهم نحْويًا فقال له:

بِمَا تُوْصِيْنِي؟

قال: بِتَقْوَى ﷲِ وبإسْقَاطِ الألِفِ.

Ada yang bertanya kepada seorang ahli nahwu, بما توصيني؟ Apa nasehatmu kepadaku?

Dia menjawab: Bertaqwa-lah kepada Allah, dan buanglah alif (dari بما)!

Alif dihapus dari (ما) interogatif ketika berada di posisi jar dengan huruf jar.

عَمَّ يتساءلون ، عَلَامَ تعتمد؟ إلَامَ نصل؟ مِـمَّ يتكون الماء؟

بِمَ ، فيمَ، حتامَ… (عن + ما، على + ما، إلى + ما، من + ما، بــ + ما، في + ما، حتى + ما)

Mengapa Alifnya dihapus? Continue reading

الكبر – Vanity

يَا مُظْهِرَ الكِبْرِ إعْجَابًا بِصُوْرَتِهِ

أبْصِرْ خَلَاكَ فَإِنَّ النَتْنَ تَثْرِيْبُ[1]

لَوْ فَكَّرَ النَاسُ فِيْمَا في بطونهِمُ

ما استشعر الكبْرَ شُبَّانٌ ولا شِيْبُ

هل في ابْنِ آدَمَ مِثْلُ الرَأْسِ مَكْرُمَةٌ

وهو بِخَمْسٍ مِنَ الأقْذَارِ مَضْرُوْبُ[2]

أنْفٌ يَسِيْلُ وَأُذُنٌ رِيْحُهَا سَهِكٌ[3]

والعَيْنُ مُرْمَصةٌ وَالثَغْرُ مَلْعُوْبُ[4]

بَا ابْنَ التُرَابِ وَمَأْكُوْلَ التُرَابِ غَدًا

أقْصِرْ فَإنَّكَ مأكُوْلٌ وَمَشْرُوْبُ

[ من البسيط ]

✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎✎

O you, fully clothed in vanity, mesmerized by your own look, try looking inside you, tell me the filth is your pride
If only people knew what dwells inside, so far from us are conceit and pride
What honor do sons of Adam have, apart from the head? Continue reading

The Mighty ‘R’ Word – Radikalisme

Aku adalah seorang Muslim radikal!

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata-kata di atas?

Belakangan kata RADIKAL melejit menuju puncak popularitas. Bukan berarti kata ini masih muda, hanya saja belakangan gaungnya semakin terasa.

Tak perlulah kita tutupi kenyataan betapa belakangan kata ini tak pernah menyinggahi telinga tanpa gaung negatif. Kata RADIKAL seolah telah menjadi seonggok kotoran yang memaksa kita untuk Continue reading

Arang di Kening dan Tumor yang Mengakar Tunggang

وَمَا أرْسَلْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ – الأنبياء:107

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ – القلم:4

إنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأخْلَاقِ – الحديث1

إنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَجِّدُ لَهَا دِيْنَهَا – الحديث2

Masih ingat kejeniusan Prancis melarang jilbab di sekolah-sekolah? Masih ingatkah kita tentang wanita berjilbab yang didenda di pantai Prancis? Atau desakan anggota parlemen Belanda agar al-Qur’an dilarang? Pernahkah kita menikmati tulisan emas Salman Rushdie The Satanic Verses? Continue reading

Adab Jahily [Bagian I]: Ketika Anak Lughah Terlambat Shalat

Bagi (sebagian) Anak-anak Lughah[1], tahun pertama di al-Azhar adalah tahun Adab[2] Jahily. Bagi yang selapik seketiduran dengan mahasiswa non-Lughah versi ‘kreatif’, anekdot Adab Jahily adalah cemilan harian. Ketika Anak Lughah shalatnya terlambat, anak-anak non-Lughah langsung meraung, ”Biasalah, toh belajarnya juga Adab Jahily.” Bagaimaka jika anak Ushul[3] atau anak Syariah yang telat shalat? Oh,”Malu!! Belajarnya fiqih, tauhid, tafsir, hadits, kok shalatnya telat?”

Wajarkah anak sastra Arab telat shalat? “Ya wajar. Toh mereka belajarnya literatur Arab jahiliah,” celoteh mereka, terbahak. Belakangan anekdot ini adalah salah satu gelitikan dari masa lalu yang sering datang menghampiri. Memeras tawa, sekaligus tanya: Apakah Arab jahiliah hanya indentik dengan segala hal yang negatif? Continue reading